Tampilkan postingan dengan label Cerita Motivasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Cerita Motivasi. Tampilkan semua postingan

Belajar dan Sukses tidak Harus Sekolah Tinggi

Cerita singkat ini bagiku sangat memotivasi. Seorang Master nama aslinya Budi tapi akrab dipanggil "Gandensang" seorang laki-laki asli Indonesia berasal dari Tulungagung yang beliaunya hanya lulusan SMA. Bagi beberapa orang yang mendengar penuturanya di saat ia menjadi TKI ilegal di Malaysia, sungguh kisah menginspirasi, bahwa untuk bisa belajar dan sukses tidak harus sekolah tinggi atau genius.

Beliau bukanlah seorang motivator atau pengisi seminar yang berapi-api dalam menyajikan penuturan, tapi dia hanyalah seorang bapak dari 2 anaknya, yang pekerjaanya tidak jelas.

Ya.! dia seorang Internet marketer yang kerjanya di depan komputer. "Mau dibilang kerja ya ga seperti orang kerja, mau dibilang main ya ga seperti orang bermain" begitu katanya.

Terjun di Internet merketing bukan perkara mudah bagi seorang yang tak mempunyai latar belakang IT, bisa dikatan dia berawal dari 0 enol, bahkan enolnya pun belum jadi, katanya. Bagi orang umum melihat apa dia yang dilakukan sperti hanya sia-sia saja. Namun prinsipnya dia sudah berpikir bahwa di suatu tempat yang ramai pasti ada peluang menghasilkan uang, dia melihat internet adahal hal baru yang begitu ramai.

Di saat dia memulai berusaha mengatakan ingin mendapat gaji 100$ per bulan, baginya uang segitu sudah sangat cukup untuk menghidupi keluarga. Namun apa terjadi, dia sekarang sudah mendapat $100 per hari.

Siapapun anda, saya bukan maksud mengajak untuk terjun ke online marketing, Namun diambil hikmahnya, bahwa segala hal yang ditekuni dan difokusi dengan serius pasti ada hasil yang tidak kita duga.

Dia berani melakukan hal yang dipikir sangat sulit untuk ia lakukan, namun 5 tahun berjuang terbukti menghasilkan. "jikalau apa yang saya pelajari ini belum bisa menghsilkan, paling tidak kelak bisa diteruskan anak-anak saya" begitu katanya.

Ada 3 modal dalam memulai usaha, namun cukup pilih salah satu saja, yakin setiap orang mempunyai salah satu dari ini.

1. Skill (keahlian)
2. Waktu luang 
3. Uang

Selamat mencoba untuk semangat dan fokus dengan apayang menjadi minat anda, perjuangkan dulu,  ibaratnya sampai jungkir balik berdarah-darah. Maka suatu saat anda bisa menceritakan kisah inspirasi kepada orang lain yang butuh motivasi.

Anda bisa mendengarkan kisahnya lengkap di radio link berikut ini:

soundcloud.com/nino-el-1/gandensang-on-liur-fm-1

soundcloud.com/nino-el-1/gandensang-on-liur-fm-2

soundcloud.com/nino-el-1/gandensang-on-liur-fm-3

More about → Belajar dan Sukses tidak Harus Sekolah Tinggi

Motivasi dari Pak Mario Teguh

Motivasi adalah sesuatu yang dapat membuat seseorang lebih semangat dan optimis menjalani hidup. saat ini pak Mario Teguh adalah salah satu motivator yang kata-katanya mampu memberi pencerahan dan semangat jiwa. Motivasi dari Pak Mario Teguh selalau dibuat kata-kata atau kalimat yang bisa disimpan dan dibaca setiap saat.

Ini sedikit kumpulan kata-kata Motivasi dari Pak Mario Teguh:

---- Adik-adik saya yang baik hatinya,
Jangan terlalu lama berada dalam keadaan yang tidak membahagiakan.
Beranikanlah diri Anda untuk mengubah yang bisa Anda ubah sekarang.
Jangan tiru mereka yang tidak berkurang keluhannya, tapi bertambah jumlah orang yang diprotesnya.
Bergaullah untuk membahagiakan orang lain, dengan menjadikan diri Anda sahabat yang mendamaikan, dan kalau bisa menggembirakan.
Jika Anda lebih suka berbantah dan bertengkar, siapkanlah sebuah perahu yang baik.
Perahu?
Ya, karena orang lain akan sering menyuruh Anda “ke laut aja!”

He he … I love you guys!----


----Memang masa muda adalah masa yang tidak mudah.

Pada masa itu kita sudah memiliki kebebasan sikap dan cara berpikir yang hebat, tapi belum memiliki pengalaman dan kemampuan ekonomi yang mendukung semua yang kita yakini.

Sudah pernah dengar toh? - anak muda yang masih susah dan belum membuktikan apa-apa, tapi menantang orang yang sukses dan kaya untuk “jangan hanya ngomong aja, buktikan!”

Lho? Apa nggak kebalik?

Lucu memang, tapi anak muda kalau tidak aneh dalam rasa percaya dirinya, dia tidak akan melanggar batasan kuno dari orang-orang tua yang kolot.

You guys are the kings and the queens of the future.

Be good, and be successful!"
— Mario Teguh-----


---Bagi wanita, kemapanan lebih menarik daripada ketampanan.

Maka semakin Anda sadar bahwa Anda tidak tampan, harus semakin giat Anda belajar dan bekerja untuk menjadi laki-laki yang sukses.

Wajah tampan itu hanyalah kulit wajah yang kebetulan bagus di masa muda.

Di masa dewasa, SUCCESS IS THE REAL ATTRACTIVENESS.

Keberhasilan adalah daya tarik yang sesungguhnya.

Jadi, jangan risaukan ketampanan, bangunlah kemapanan.---


----Banyak sekali yang harus kita ingat dan tak boleh kita lupakan dalam kesibukan keseharian kita, jika kita ingin mencapai keberhasilan yang kita rindukan itu.

Kita semua belajar, bekerja, dan beribadah untuk menjadi pribadi sebagaimana yang didoakan oleh Ibunda bahkan sebelum kelahiran kita.

Tapi, berapa banyak? orang yang ingat bahwa Ibunda mereka menanti dalam kerinduan, agar anak yang dicintainya itu meluangkan sedikit waktu untuk menelepon dan menanyakan kabar, menyampaikan rasa syukur karena Ibunda masih sehat, dan menyampaikan bahwa dia menyayangi Ibundanya?

Apakah ada orang yang lebih penting daripada Ibunda Anda?

Sekarang … teleponlah Ibunda, dan katakan bahwa Anda menyayanginya, dan bahwa beliau selalu ada dalam doa dan harapan baik Anda.

Jika Ibunda Anda telah bersama dengan Tuhan - seperti Ibunda saya, doakanlah bagi seindah-indahnya tempat di sisi Tuhan Yang Maha Lembut.

Aamiin"
— Mario Teguh---

sumber: http://marioteguh.tumblr.com/

More about → Motivasi dari Pak Mario Teguh

Cara Bahagia "Pedagang dan Nelayan"

Kisah Inspiratif : Cara Bahagia "Pedagang dan Nelayan"

Suatu hari, seorang pedagang kaya datang berlibur ke sebuah pulau yang masih asri dan agak terpencil letaknya. Saat merasa bosan, dia berjalan-jalan keluar dari villa tempat dia menginap dan menyusuri tepian pantai. Lalu, dia melihat di dekat dinding karang, seseorang sedang duduk menunggui stik pancing. Dia pun menghampiri sambil menyapa,

"Selamat siang.. Sedang memancing, Pak?"

Sambil menoleh si nelayan menjawab, "Benar, Tuan. Mancing satu-dua ikan untuk makan malam keluarga kami."

"Lho, kenapa cuma satu-dua ikan pak? Kan banyak ikan di laut ini. Kalau bapak mau sedikit lebih lama duduk disini, tiga-empat ekor ikan pasti dapat kan?" Si pedagang dalam hatinya mulai menilai si nelayan sebagai orang malas.

"Apa gunanya buat saya?" tanya si nelayan keheranan.

"Ambil satu-dua ekor ikan untuk disantap keluarga bapak. Sisanya kan bisa dijual. Hasil penjualan ikan bisa ditabung untuk membeli alat pancing yang lebih baik sehingga hasil pancingan bapak bisa lebih banyak lagi," katanya menjelaskan, dengan nada menggurui.

"Ah, apa gunanya bagi saya?" tanya si nelayan semakin keheranan.

"Begini, Pak. Dengan uang tabungan yang lebih banyak, bapak bisa membeli jala. Bila hasil tangkapan ikan semakin banyak, uang yang dihasilkan juga lebih banyak, bapak bisa saja membeli sebuah perahu. Dari satu perahu bisa bertambah menjadi armada penangkapan ikan. Bapak bisa memiliki perusahaan sendiri. Suatu hari bapak akan menjadi seorang nelayan yang kaya raya."

Nelayan yang sederhana itu memandang si turis dengan penuh tanda tanya dan kebingungan. Dia berpikir, laut dan tanah telah menyediakan banyak makanan bagi dia dan keluarganya, mengapa harus dihabiskan untuk mendapatkan uang? Mengapa dia ingin merampas kekayaan alam sebanyak-banyaknya untuk dijual kembali. Sungguh tidak masuk diakal ide yang ditawarkan kepadanya.

Sebaliknya, merasa hebat dengan ide bisnisnya si pedagang kembali meyakinkan, "Kalau bapak mengikuti saran saya, bapak akan menjadi kaya dan bisa memiliki apa pun yang bapak mau."

"Apa yang bisa saya lakukan bila saya memiliki banyak uang?" tanya si nelayan.

"Bapak bisa melakukan hal yang sama seperti saya lakukan, setiap tahun bisa berlibur, mengunjungi pulau seperti ini, duduk di dinding pantai sambil memancing."

"Lho, bukankan hal itu yang setiap hari saya lakukan tuan, kenapa harus menunggu berlibur baru memancing?" kata si nelayan menggeleng-gelengkan kepalanya semakin heran.

Mendengar jawaban si nelayan, si pedagang seperti tersentak kesadarannya bahwa untuk menikmati memancing ternyata tidak harus menunggu kaya raya.

Pepatah mengatakan, "Jangan mengukur baju dengan badan orang lain." Si pedagang mungkin benar melalui analisa bisnisnya. Dia pun merasa apa yang dilakukan oleh si nelayan terlalu sederhana dan monoton. Berusaha dan berjuang mendapatkan uang dan kekayaan sebanyak-banyaknya adalah hal yang wajar.

Sedangkan bagi si nelayan, dengan pikiran yang sederhana, mampu menerima apapun yang diberikan oleh alam dengan puas dan ikhlas. Sehingga hidup dijalani setiap hari dengan rasa syukur dan berbahagia.

Memang ukuran "bahagia", masing-masing orang pastilah tidak sama. Semua kembali kepada keikhlasan dan cara kita mensyukuri, apapun yang kita miliki saat ini!


sumber: Andrie Wongso
More about → Cara Bahagia "Pedagang dan Nelayan"

Kisah Inspirasi: Pemancing Kecil

Kisah inspirasi: Pemancing Kecil

Pada tepian sebuah sungai, tampak seorang anak kecil sedang bersenang-senang. Ia bermain air yang bening di sana. Sesekali tangannya dicelupkan ke dalam sungai yang sejuk. Si anak terlihat sangat menikmati permainannya.

Selain asyik bermain, si anak juga sering memerhatikan seorang paman tua yang hampir setiap hari datang ke sungai untuk memancing. Setiap kali bermain di sungai, setiap kali pula ia selalu melihat sang paman asyik mengulurkan pancingnya. Kadang, tangkapannya hanya sedikit. Tetapi, tidak jarang juga ikan yang didapat banyak jumlahnya.

Suatu sore, saat sang paman bersiap-siap hendak pulang dengan ikan hasil tangkapan yang hampir memenuhi keranjangnya, si anak mencoba mendekat. Ia menyapa sang paman sambil tersenyum senang. Melihat si anak mendekatinya, sang paman menyapa duluan. "Hai Nak, kamu mau ikan? Pilih saja sesukamu dan ambillah beberapa ekor. Bawa pulang dan minta ibumu untuk memasaknya sebagai lauk makan malam nanti," kata si paman ramah.

"Tidak, terima kasih Paman," jawab si anak.

"Lho, kalau diperhatikan, kamu hampir setiap hari bermain di sini sambil melihat paman memancing. Sekarang ada ikan yang ditawarkan kepadamu, kenapa ditolak?"

"Saya senang memerhatikan Paman memancing, karena saya ingin bisa memancing seperti Paman. Apakah Paman mau mengajari saya bagaimana caranya memancing?" tanya si anak penuh harap.

"Wah wah wah. Ternyata kamu anak yang pintar. Dengan belajar memancing engkau bisa mendapatkan ikan sebanyak yang kamu mau di sungai ini. Baiklah. Karena kamu tidak mau ikannya,paman beri kamu alat pancing ini. Besok kita mulai pelajaran memancingnya, ya?"

Keesokan harinya, si bocah dengan bersemangat kembali ke tepi sungai untuk belajar memancing bersama sang paman. Mereka memasang umpan, melempar tali kail ke sungai, menunggu dengan sabar, dan hup... kail pun tenggelam ke sungai dengan umpan yang menarik ikan-ikan untuk memakannya. Sesaat, umpan terlihat bergoyang-goyang didekati kerumunan ikan. Saat itulah, ketika ada ikan yang memakan umpan, sang paman dan anak tadi segera bergegas menarik tongkat kail dengan ikan hasil tangkapan berada diujungnya.



Begitu seterusnya. Setiap kali berhasil menarik ikan, mereka kemudian melemparkan kembali kail yang telah diberi umpan. Memasangnya kembali, melemparkan ke sungai, menunggu dimakan ikan, melepaskan mata kail dari mulut ikan, hingga sore hari tiba.

Ketika menjelang pulang, si anak yang menikmati hari memancingnya bersama sang paman bertanya, "Paman, belajar memancing ikan hanya begini saja atau masih ada jurus yang lain?"

Mendengar pertanyaan tersebut, sang paman tersenyum bijak. "Benar, kegiatan memancing ya hanya begini saja. Yang perlu kamu latih adalah kesabaran dan ketekunan menjalaninya. Kemudian fokus pada tujuan dan konsentrasilah pada apa yang sedang kamu kerjakan. Belajar memancing sama dengan belajar di kehidupan ini, setiap hari mengulang hal yang sama. Tetapi tentunya yang diulang harus hal-hal yang baik. Sabar, tekun, fokus pada tujuan dan konsentrasi pada apa yang sedang kamu kerjakan, maka apa yang menjadi tujuanmu bisa tercapai."

Pembaca yang budiman,

Sama seperti dalam kehidupan ini, sebenarnya untuk meraih kesuksesan kita tidak membutuhkan teori-teori yang rumit. Semua sederhana saja. Sepanjang kita tahu apa yang kita mau, dan kemudian mampu memaksimalkan potensi yang kita miliki sebagai modal, terutama dengan menggali kelebihan dan mengasah bakat kita, maka kita akan bisa mencapai apa yang kita impikan dan cita-citakan. Apalagi, jika semua hal tersebut kita kerjakan dengan senang hati dan penuh kesungguhan.

Dengan mampu mematangkan kelebihan-kelebihan kita secara konsisten, maka sebenarnya kita sedang memupuk diri kita untuk menjadi ahli di bidang yang kita tekuni. Sehingga, dengan profesionalisme yang kita miliki, apa yang kita perjuangkan pasti akan membuahkan hasil yang paling memuaskan.

Salam sukses, luar biasa!!

Baca dan dengarkan di www.andriewongso.com
More about → Kisah Inspirasi: Pemancing Kecil

Kick Andy "Tak Ada yang Tak Bisa"

Motivasi Inspirasi : Kick Andy "Tak Ada yang Tak Bisa"

Kisah inspiratif dari acara Kick Andy ini semoga dapat menjadi pembesar hati kita bahwa hidup ini harus dijalani dengan semangat meskipun banyak kesulitan. Kadangkala kita iri melihat betapa enaknya hidup orang itu sedangkan  kita tidak, sesungguhnya masih banyak yang bernasib lebih susah daripada kita, tapi mereka bisa..!

Tak Ada yang Tak  Bisa

Kedukaan, kecelakaan, kondisi kehidupan yang sulit sejatinya adalah ujian yang harus dihadapi dengan hati dan usaha yang besar. Inilah yang diyakini para nara sumber Kick Andy, sehingga mereka bisa melewati semua hambatan, mendobrak keterbatasan untuk mencapai kebaikan dalam kehidupan yang berguna bagi diri sendiri dan juga orang lain.
Adalah Tarjono Slamet, Pria asal Bantul yang harus mengalami kecelakaan di usia kerja. Sengatan listrik telah membuatnya kehilangan satu kaki dan matinya saraf di kedua tangan. Tapi Tarjono pantang menyerah, ia bangkit melawan keterbatasannya yang datang tiba-tiba itu.

Setelah melewati perjuangan yang panjang, Tarjono kini memiliki sebuah rumah produksi “Mandiri Craft” yang khusus memproduksi mainan dan alat peraga bagi anak-anak berbahan kayu. Kini usaha yang berproduksi di desa Ngangkruk Kretek dan Desa Timbulharjo, Sewon Bantul, Yogyakarta ini sudah melakukan export ke berbagai Negara. Dan hal terpenting yang harus anda ketahui, rumah produksi Tarjono telah me menampung sekitar 100 perajin yang kesemuanya memiliki keterbatasan secara fisik.

Dari kota Bandung, Jawa Barat, ada Dian Syarif yang harus kehilangan penglihatan hingga 85% akibat penyakit Lupus yang menyerangnya di tahun 1999. Tapi toh baginya, hidup gak berakhir dengan penglihatan yang berkurang. Semangat hidup telah mengantarnya menjadi seorang motivator bagi para penyandang lupus dan low vision di wilayah nasional sampai internasional.

Hidup memang akan lebih indah jika kita mampu berbagi.

Di episode ini, kami juga mempertemukan anda dengan orang-orang yang telah membagi kehidupannya dengan orang lain. Dari Bali ada Wayan Nika yang sejak tahun 1973, saat ia duduk di bangku SMEA sudah menunjukan kepeduliannya pada anak-anak terlantar. Kesedihannya melihat banyak anak-anak kelaparan masa itu menggerakan hatinya untuk membantu. “Kalau perut mereka kosong kan gak ada niat mereka untuk maju,” katanya saat tampil di Kick Andy.

Bermodalkan gaji sebagai guru dan penghasilannya sebagai photographer freelance di hotel berbintang lima di Bali, Wayan mewujudkan semua kepeduliannya dengan membangun panti asuhan Hindu Dharma Jati di tahun 1985. Dua tahun kemudian dia membuka panti asuhan yang kedua di Denpasar, Bali yang mampu menampung 226 anak terlantar. Sampai saat ini Wayan sudah berhasil mengurus sekitar 1400 orang anak asuh, sebagian dari mereka sudah bekerja dan ikut kembali membantu menyumbang panti yang telah mengentaskan mereka.

Sementara seorang ibu Kiswanti dari Parung, Bogor, memiliki alasan tersendiri dalam kiprahnya sebagai pengelola perpustakaan keliling gratisan. Karena kondisi ekonomi yang serba paspasan , Kiswanti harus menggantungkan cita-citanya untuk melanjutkan sekolah ke jenjang SMP. Lalu sang ayah menyarankan untuk terus belajar dengan cara banyak membaca. “Jadi oleh-oleh yang tiap hari saya nanti dari ayah saya yang tukang becak adalah bacaan-bacaan bekas, apapun jenisnya,” ujarnya.

Kiswanti mengaku banyak mendapat manfaat dari membaca, sejak itu ia tergerak mengumpulkan buku dan menyebarkan minat membaca untuk anak-anak di kampungnya. Maka, demi buku, Kiswanti pernah mencari uang dengan menjadi pembantu sampai tukang jamu gendong. Sekarang sudah 7000-an koleksi bukunya dan ia dedikasikan gratis untuk semua anak-anak di wilayahnya. Bahkan secara proaktif, Kiswanti juga setiap hari berkeliling dengan sepeda untuk meminjamkan buku-bukunya.

Masa lalu yang tidak menyenangkan, sudah diubah Kiswanti menjadi sebuah semangat yang bisa memberikan manfaat bagi banyak orang. Begitu juga dengan kisah seorang petani asal Agam, Sumatera Barat, Masril Koto.

Kehidupan Masril sebagai petani, seperti kebanyakan petani kecil di negeri ini. Ia tak memiliki modal yang cukup, tak pernah bisa memenuhi kebutuhan hidup dengan sewajarnya. Ia kemudian memutar otak untuk mencari cara agar bisa mendapatkan modal. Bersama teman-teman senasibnya, mereka kemudian berhasil menemukan sebuah cara yang unik, yakni membuat sebuah bank tani.

Di Kick Andy, Masril menceritakan perjuangan yang tak mudah itu dengan gayanya yang khas, ceria. Berkat upaya Masril dan teman-temannya, kini di Sumatera Barat sudah berdiri sekitar 300 Bank Tani, atau yang secara resmi disebut sebagai Lembaga Keuangan Mikro Agribisnis. “Saat ini, kami sudah memiliki total asset sekitar 5 miliar,” ujar pria yang mengaku lulusan S3 ini. Petani lulusan S3? “Ya saya memang lulusan S3, yaitu SD, SMP, dan SMA melalui paket A,paket B, dan paket C,” jelasnya yang disambut tawa seluruh audience di studio.

Masril dengan kreatifitasnya telah menunjukkan sebuah terobosan agar para petani bisa dan mau bergotongroyong membangun sebuah lembaga ekonomi yang sangat bermanfaat.

Bicara soal kreatifitas, kami juga memperkenalkan pada anda dua orang kreatif asal wilayah-wilayah terpencil di negeri ini. Yang pertama, Erwan Asbun dari Kampung Daun Bango, di Kalimantan Tengah. Untuk menuju kampung ini, kita harus menempuh perjalanan dengan boat yang disambung kendaraan darat dengan waktu tempuh sekitar delapan jam dari Palangkaraya. Tak heran bila tempat ini tak terjangkau media elektronik ataupun cetak. Dan secara kreatif Erwan kemudian membuat sebuah stasiun sederhana untuk memecahkan kebisuan kampung tersebut. Kini Radio itu sudah mencakup di empat Desa dan memberikan manfaat banyak bagi pendengarnya.

Selain mereka yang telah disebutkan di atas, masih ada nara sumber lain yang tak kalah hebatnya dalam mengubah sebuah hambatan menjadi satu hal yang produktif dan berguna. Tak ada yang tak bisa, jika kita benar-benar ingin mengisi kehidupan ini dengan sebaik-baiknya.

sumber: http://kickandy.com/theshow/1/1/1975/read/TAK-ADA-YANG-TAK-BISA.html
More about → Kick Andy "Tak Ada yang Tak Bisa"

8 Kunci Sukses dari Andrie Wongso


Motivasi Diri: 8 Kunci Sukses dari Andrie Wongso

Seorang Motivator no. 1 Indonesia saat ini. Andre Wongso seorang yang padahal Sekolah Dasar (SD) tidak tamat yang membuat saya sangat tertarik dan memang menarik.

Dan di bawah ini kunci suksesnya yang sangat bagus untuk dibaca:

1. KEYAKINAN DIRI 
Keyakinan diri adalah kekuatan pendobrak yang luar biasa! Dengan keyakinan diri yang kuat , kita bisa menciptakan prestasi; apa yang tidak mungkin menjadi mungkin. 

2. BERANI 
Memang di kehidupan ini tidak ada yang pasti. Tetapi kita harus BERANI memastikan dan memperjuangkan segala hal yg pantas kita raih ! 

* Berani menentukan target 
* Berani mulai melangkah 
* Berani memperjuangkan sampai sukses ! 

3. DISIPLIN 
Jika anda ingin sukses, tegakkanlah DISIPLIN DIRI dengan tegas! Kalau anda tunduk oleh perasaan malas. manja dan bosan, Maka pasti nasib anda pun tidak akan berubah. 

4. KOMITMEN 
Bagi orang yang memiliki KOMITMEN dan integritas tinggi, mereka yang tidak pernah merasa takut, ragu atau bimbang dalam melaksanakan tugas yang dibebankan kepada mereka. 

5. ULET 
Ulet bukan sekedar sabar. pasif apatis, pasrah dan bertahan....!!! ULET adalah tekat yang mengandung sikap antusias, gigih, tegar, proaktif, dan pantang menyerah...!!! 

6. SABAR 
Jika ingin sukses, SABAR harus kita miliki. SABAR menghadapi orang yang memusuhi dan meremehkan kita, SABAR menghadapi setiap halangan dan tetap berjuang hingga sukses. 

Kesulitan - Halangan - Tekanan - Kegagalan adalah SUPLEMEN FOOD (vitamin) bagi orang-orang sukses. 

7. TEGAR 
Seganas apapun badai di kehidupan kita ini, dia tidak akan pernah menghancurkan insan yang memiliki KETEGARAN,keyakinan dan niat baik. Kehidupan memang penuh variasi; kadang di untungkan, kadang dirugikan, kadang sukses,kadang gagal, kadang dipuji, kadang dihina. 

Semua membutuhkan : ULET, SABAR, TEGAR. 

8. SYUKUR 
JIka setiap bangun pagi kita bisa MENSYUKURI dengan tulus apa yang telah kita miliki hari ini, niscahya sepanjang hari kita bisa menikmati hidup ini dengan bahagia. 

Baca resapi 8 KUNCI SUKSES ini sebelum memulai aktifitas sehari-hari, dan praktikkan! Maka KESUKSESAN akan dapat kita raih.


More about → 8 Kunci Sukses dari Andrie Wongso

Cerita Motivasi: Bekerjalah dangan Cinta

Kisah Motivasi Cinta: Wanita paruh baya itu berperawakan pendek dan sedikit gemuk. Beberapa helai uban turut menghiasi mahkota kepalanya yang diikat dengan penjepit rambut. Namun raut wajah bulat telur itu seakan tak pernah sekalipun terlihat cemberut. Ia selalu tampak riang, sehingga menyembunyikan parasnya yang jelas telah digurati keriput.

Wanita itu memang tidak terlalu rentan, tetapi kekuatan dan kegesitan di masa mudanya niscaya telah direnggut usia. Karenanya, percayakah bahkan dari dirinya pun akan ada sebuah pelajaran tentang makna cinta?


Sabtu adalah hari yang ditunggu. Hari di mana nafas bisa dihela dengan panjang, dan sejenak mengistirahatkan raga dari rentetan kesibukan yang melelahkan. Saatnya pula untuk menikmati kebersamaan dengan seisi anggota keluarga. Sehingga, berbelanja di sebuah supermarket dekat rumah pun menjadi hiburan yang tak kalah meluahkan kebahagiaan.

Namun sepertinya tidak bagi wanita itu. Bagaikan tak mengenal hari libur, nyaris setiap waktu sosoknya selalu kutemui di sekitar kokusai kouryuu kaikan serta kampus.

Layaknya hari kerja, dikemasnya sampah-sampah yang berserakan serta dipisahkan antara yang terbakar dan tidak. Lantas ditaruhnya pada plastik yang berbeda warna. Sebentar kemudian diambilnya kain untuk mengelap kursi dan meja. Tak lupa, dengan vacuum cleaner dibersihkannya juga permukaan lantai. Setelah selesai ia segera beranjak ke toilet, lalu dengan mengenakan sarung tangan plastik dibersihkannya bekas kotoran manusia tersebut tanpa raut muka jijik.

Ia seperti tak peduli rasa lelah atau letih, walaupun terlihat pakaian seragam cleaning service biru mudanya telah basah bersimbah keringat. Tak juga kepenatan menyurutkan keramahannya untuk bertegur sapa dengan siapa saja saat bertemu muka.

Wanita itu entah siapa namanya. Hanya dengan panggilan obachan ia biasa disapa. Saat bersua denganku, juga selalu disempatkannya bertanya kabar. Bahkan ia pernah bercerita panjang lebar tentang anak-anak serta cucunya karena sering melihatku berjalan-jalan dengan keluarga. Beberapa kali pula saat usai kerja kulihat ia sedang berbelanja, masih lengkap dengan seragam biru mudanya. Lantas ditaruh barang-barang tersebut dikeranjang, dan perlahan dikayuhnya pedal sepeda tua untuk beranjak pulang.

Entahlah, rasanya tak ada perasaan iri dihatinya saat di hari libur ia ternyata harus bekerja, sementara aku justru berleha-leha. Ia bahkan tetap saja semangat bekerja dengan penuh suka cita. Begitu pula dengan obachan dan ojichan lain yang pernah kutemui, mereka selalu asyik menikmati pekerjaannya. Mencabut rumput liar di pekarangan kampus ketika musim panas, menyapu jalanan dari daun yang berserakan pada musim gugur, bahkan dengan bersusah payah turut menyerok tumpukan bongkahan salju di musim dingin.

Terlihat betapa bergairahnya mereka ketika memang waktunya harus bekerja. Gairah dalam bentuk kesungguhan dalam menekuni apapun jenis pekerjaan, yang mungkin tak dipandang orang walau dengan sebelah mata. Karenanya, tak terdengar ngalor-ngidul obrolan hingga jam istirahat tiba untuk sejenak melepaskan lapar dan dahaga. Berselang satu jam kemudian, mereka akan kembali sibuk menekuni pekerjaannya. Senantiasa egitu, dari waktu ke waktu.

Rutinitas mereka mungkin tidaklah istimewa. Bekerja demi memperoleh sedikit nafkah atau sekedar menghabiskan waktu luang, tentu lebih baik dari bermalas-malasan di rumah. Terlebih-lebih itu adalah pekerjaan kasar, bukan kerja kantoran yang menyenangkan dengan penyejuk atau pemanas ruangan.

Lalu mengapa mereka selalu saja bekerja seolah tak pupus oleh lelah? Bahkan bekerja bagaikan sebuah energi yang tak kunjung padam, mengalir dalam pembuluh darah serta menggerakkan jiwa dan raganya.

Sekejap akupun tepekur, kemudian mahsyuk merenung…
Dan kulihat ada gairah membara yang berpendar dari balik kerut-merut kelopak mata tua itu. Seolah sinar matanya menyiratkan pesan agar bekerjalah dengan cinta. Karena bila engkau tiada sanggup, maka tinggalkanlah. Kemudian ambil tempat di depan gapura candi untuk meminta sedekah dari mereka yang bekerja dengan suka cita. (Kahlil Gibran). 

Catatan:
- Kokusai kouryuu kaikan: International House
- Obachan: wanita berumur, setengah tua
- Ojichan: pria berumur, setengah tua
More about → Cerita Motivasi: Bekerjalah dangan Cinta

Cerita Motivasi: Pesan Ibu


Suatu hari, tampak seorang pemuda tergesa-gesa memasuki sebuah restoran karena kelaparan sejak pagi belum sarapan. Setelah memesan makanan, seorang anak penjaja kue menghampirinya, "Om, beli kue Om, masih hangat dan enak rasanya!"

"Tidak Dik, saya mau makan nasi saja," kata si pemuda menolak.

Sambil tersenyum si anak pun berlalu dan menunggu di luar restoran.

Cerita Motivasi: Pesan Ibu next reading....

Melihat si pemuda telah selesai menyantap makanannya, si anak menghampiri lagi dan menyodorkan kuenya. Si pemuda sambil beranjak ke kasir hendak membayar makanan berkata, "Tidak Dik, saya sudah kenyang."

Sambil terus mengikuti si pemuda, si anak berkata, "Kuenya bisa dibuat oleh-oleh pulang, Om."

Dompet yang belum sempat dimasukkan ke kantong pun dibukanya kembali. Dikeluarkannya dua lembar ribuan dan ia mengangsurkan ke anak penjual kue. "Saya tidak mau kuenya. Uang ini anggap saja sedekah dari saya."

Dengan senang hati diterimanya uang itu. Lalu, dia bergegas ke luar restoran, dan memberikan uang pemberian tadi kepada pengemis yang berada di depan restoran.

Si pemuda memperhatikan dengan seksama. Dia merasa heran dan sedikit tersinggung. Ia langsung menegur, "Hai adik kecil, kenapa uangnya kamu berikan kepada orang lain? Kamu berjualan kan untuk mendapatkan uang. Kenapa setelah uang ada di tanganmu, malah kamu berikan ke si pengemis itu?"

"Om, saya mohon maaf. Jangan marah ya. Ibu saya mengajarkan kepada saya untuk mendapatkan uang dari usaha berjualan atas jerih payah sendiri, bukan dari mengemis. Kue-kue ini dibuat oleh ibu saya sendiri dan ibu pasti kecewa, marah, dan sedih, jika saya menerima uang dari Om bukan hasil dari menjual kue. Tadi Om bilang, uang sedekah, maka uangnya saya berikan kepada pengemis itu."

Si pemuda merasa takjub dan menganggukkan kepala tanda mengerti. "Baiklah, berapa banyak kue yang kamu bawa? Saya borong semua untuk oleh-oleh." Si anak pun segera menghitung dengan gembira.

Sambil menyerahkan uang si pemuda berkata, "Terima kasih Dik, atas pelajaran hari ini. Sampaikan salam saya kepada ibumu."

Walaupun tidak mengerti tentang pelajaran apa yang dikatakan si pemuda, dengan gembira diterimanya uang itu sambil berucap, "Terima kasih, Om. Ibu saya pasti akan gembira sekali, hasil kerja kerasnya dihargai dan itu sangat berarti bagi kehidupan kami."

===================================================

Ini sebuah ilustrasi tentang sikap perjuangan hidup yang POSITIF dan TERHORMAT. Walaupun mereka miskin harta, tetapi mereka kaya mental! Menyikapi kemiskinan bukan dengan mengemis dan minta belas kasihan dari orang lain. Tapi dengan bekerja keras, jujur, dan membanting tulang.

-Jika setiap manusia mau melatih dan mengembangkan kekayaan mental di dalam menjalani kehidupan ini, lambat atau cepat kekayaan mental yang telah kita miliki itu akan mengkristal menjadi karakter, dan karakter itulah yang akan menjadi embrio dari kesuksesan sejati yang mampu kita ukir dengan gemilang.-
More about → Cerita Motivasi: Pesan Ibu